BAB I
PENDAHULUAN


1.1  Latar Belakang
Universitas Almuslim adalah suatu lembaga Pendidikan Tinggi yang terletak di Kecamatan Peusangan Kabupaten Bireuen. Universitas Almuslim memiliki enam Fakultas dan satu Diploma III Kebidanan,  masing-masing Fakultas memiliki Program Studi yaitu (1). Fakultas Ilmu Komputer memiliki Program Studi Teknik Informatika dan Manajemen Informatika. (2). Fakultas Pertanian memiliki Program Studi Agrobisnis, Agroteknologi dan Peternakan (3). Fakultas Ilmu Sosial dan Politik memiliki Program Studi Adm. Negara dan Program Studi Tata Niaga. (4). Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan  memiliki Program Studi PGSD, Fisika, Matematika, Bahasa Inggris, Geografi, Bahasa Indonesia. (5). Fakultas Teknik memiliki Program Studi Teknik Sipil dan Program Studi Arsitek. (6). Fakultas Ekonomi dengan Program Studi Ekonomi Pembangunan. (7). Diploma III Kebidanan.
Pada Fakultas Ilmu Komputer memiliki dua Program Studi yaitu Teknik Informatika dan Manajemen Informatika, Prodi Teknik Informatika yang mengurusi seluruh data Mahasiswa yang melakukan Kegiatan Kerja Praktek Fakultas Ilmu Komputer. Sistem kerja pada Prodi Teknik Informatika sudah menggunakan komputer dalam mendata serta pembuatan tabel laporan tentang Mahasiswa Kerja Praktek dengan menggunakan aplikasi. Prodi Teknik Informatika tempat mendata seluruh Mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer. Oleh karena itu setiap kegiatan Mahasiswa ada data pada Prodi Teknik Informatika, salah satu contohnya ialah Pendaftaran Kegiatan Kerja Praktek Fakultas Ilmu Komputer dan pendataan Mahasiswa. Untuk saat ini data Mahasiswa  yang melakukan Kegiatan Kerja Praktek masih harus melihat pengumunam dimana Lokasi Kerja Praktek dan Pada saat Supervisor melakukan survei Mahasiswa yang melakukan Kerja Praktek harus mencari tempat/lokasi Mahasiswa yang melakukan Kegiatan Kerja Praktek, dilihat menurut perkembangan teknologi saat ini begitu meningkat, penggunaan penyimpanan data sudah memadai, namun masih terdapat kekurangan yang dapat menghambat kinerja Prodi Teknik Informatika, yaitu pendataan dan pencarian tempat/lokasi Mahasiwa yang melakukan Kerja Praktek saat Supervisor melakukan Survei
Oleh sebab itu, penulis merancang suatu sistem untuk menyajikan informasi geografis. Dari uraian diatas penulis mengangkat judul “Sistem Informasi Geografis Penentuan Lokasi Mahasiswa Kerja Praktek (KP) Fakultas Ilmu Komputer Universitas Almuslim

1.2 Perumusan Masalah
Adapun penjelasan tentang rumusan masalah, berdasarkan penjelsan pada latar belakang masalah yang telah dijelaskan sebelumnya, maka dapat dirumuskan masalah yang berhubungan dengan analisa sistem aplikasi ini, yaitu :
1. Bagaimana membangun Sistem Informasi Geografis Penentuan Lokasi Kerja Praktek Mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer Universitas Almuslim berbasis web
2. Bagaimana cara Penentuan Lokasi Kerja Praktek Mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer Universitas Almuslim secara cepat dan mudah.
3. Bagaimana  cara pengujian dan mengimplementasikan Sistem Informasi Geografis Penentuan Lokasi Mahasiswa Kerja Praktek (KP) Fakultas Fikom Universitas Almuslim.

1.3  Batasan masalah
Dalam mengingat luasnya ruang lingkup permasalahan yang ada, keterbatasan waktu dan  pengetahuan yang kurang dari penulis, maka penulis bermaksud untuk lebih terfokus dan spesifikasi dalam pembahasan masalah sehingga penulis membutuhkan adanya pembatasan masalah.
Adapun batsan masalah yang akan dibahas yaitu :
1. Penulis melakukan penelitian ini pada prodi Teknik Informatika Fakultas Fikom Univeristas Almuslim.
2. Sistem informasi geografis bisa diakses  oleh pihak Fakultas Ilmu Komputer untuk mencari lokasi Kerja Praktek Mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer.
3. Dalam  tahap perancangan sistem memakai model data flow diagram.

1.4 Tujuan Penelitian
Tujuan yang ingin dicapai dalam penulisan tugas akhir ini adalah :
1. Untuk  mengetahui lokasi Mahasiswa Kerja Praktek Fakultas Ilmu Komputer teknik Informatika Universitas Almuslim.
2. Untuk memberi kemudahan bagi pihak Fakultas Ilmu Komputer untuk mencari lokasi tempat Mahasiswa Kerja Praktek (KP) Fakultas Ilmu Komputer Universitas Almuslim.
3. Memberikan kemudahan bagi pihak Fakultas Ilmu Komputer dalam mencari dimana Mahasiswa Kerja Praktek (KP) pada saat Supervisor mensurvei lokasi mahasiswa yang lagi melakukan Kerja Praktek.

1.5  Manfaat penelitian
 Adapun manfaat dari penelitian pembuatan skripsi ini adalah :
1. Untuk memperdalam ilmu yang penulis miliki selama dalam bangku perkuliahan pada jurusan teknik informatika
2. Memberi kemudahan bagi pihak Fakultas Ilmu Komputer dalam melakukan pencarian mahasiswa yang lagi melakukan Kerja Praktek (KP) dan dapat memudahkan Supervisor dalam melakukan survei Mahasiswa yang lagi melakukan Kerja Praktek (KP)
3. Memberi kemudahan bagi pihak Fakultas Ilmu Komputer dalam mendata dan mencari Mahasiswa yang melakukan Kerja Praktek (KP) Jurusan Teknik Informatika

1.6  Metode Penelitian
Metode pengembangan software yang baik, menggunakan tahapan pengembangan Sistem Informasi. Metode ini menurut  Whitten (2007) terdiri dari inisisasi, analisis, desain dan implementasi sistem. Dalam melakukan langkah inisiasi dan analisis, diperlukan pemahaman prosedur yang berhubungan dengan objek yang akan dikembangkan sistemnya dan prosedur adalah rangkaian tahapan demi tahapan dari instruksi dan logika yang digunakan untuk menyelesaikan suatu proses bisnis.
1. Pengumpulan Data
Untuk memperoleh data sebagai bahan penyusunan penulisan ilmiah ini dilakukan beberapa cara pengumpulan data. Adapun metode yang dilakukan antara lain :
a) Studi Pustaka
Dengan mencari berbagai referensi dari berbagai sumber, baik majalah, buku, ataupun dari internet yang berkaitan dan mendukung penulisan ilmiah ini.
b) Metode Observasi
Teknik atau cara yang dilakukan adalah wawancara, yaitu pengumpulan data melalui Tanya - jawab secara langsung dengan pihak - pihak yang bersangkutan.

2. Pengembangan Perangkat lunak

  1. System Engineering
    Merupakan bagian dari sistem yang terbesar dalam pengerjaan suatu proyek, dimulai dengan menetapkan berbagai kebutuhan dari semua elemen yang diperlukan sistem dan mengalokasikannya kedalam pembentukan perangkat lunak. 
  2. Analysis
    Merupakan tahap menganalisis hal-hal yang diperlukan dalam pelaksanaan proyek pembuatan perangkat lunak. 
  3. Design
    Tahap penerjemahan dari data yang dianalisis kedalam bentuk yang mudah dimengerti oleh user. 
  4. Coding
    Tahap penerjemahan data atau pemecahan masalah yang telah dirancang keadalam bahasa pemrograman tertentu. 
  5. Testing
    Merupakan tahap pengujian terhadap perangkat lunak yang dibangun.
  6. Maintenance
    Tahap ini merupakan tahap akhir dimana perangkat lunak yang telah selesai diimplementasikan dapat terjadi perubahan-perubahan atau penambahan-penambahan yang disesuaikan dengan keinginan user.


1.5. Sistematika Penulisan
Dalam penyusunan penulisan penelitian ini, peneliti akan menjelaskan tentang sistematika penulisan yang terdiri dari beberapa bab, yaitu:
BAB I PENDAHULUAN
Pokok bahasan meliputi latar belakang permasalahan, perumusan masalah, batasan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, metodologi penelitian, dan sistematika penulisan.
BAB II LANDASAN TEORI
Pokok bahasan menguraikan teori-teori yang mendasari pembahasan secara detail, dapat berupa definisi-definisi atau model yang langsung berkaitan dengan ilmu atau masalah yang diteliti.
BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM
Bab ini menguraikan tentang analisis terhadap permasalahan yang terdapat di kasus yang sedang diteliti. Meliputi analisis terhadap masalah sistem yang sedang berjalan, analisis hasil solusinya, analisis kebutuhan terhadap sistem yang di usulkan, analisis kelayakan sistem yang diusulkan. Perancangan sistem berisikan metode penyelesaian masalah sistem lama dengan membuat rancangan untuk sistem baru yang diusulkan.
BAB IV IMPLEMENTASI
Bagian ini berisi penjelasan tentang lingkungan implemetasi (OS, perangkat keras dan bahasa pemrograman yang digunakan), file-file implementasi analisa dan perancangan sistem dari masing-masing modul atau klas (relasinya) serta algoritma yang diimplementasikan.
BAB V PENGUJIAN DAN PEMBAHASAN
Untuk kategori topik pengembangan perangkat lunak (dimana perangkat lunak sebagai produk utama/akhir), maka bagian ini berisi penjelasan tentang strategi pengujian (unit, integrasi dan validasi) dan teknik pengujian (black box atau white box) yang dilakukan. Dijelaskan juga seluruh kasus uji beserta hasil pengujiannya.
BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN
Bab ini memuat kesimpulan dan saran dari hasil penelitian.



BAB II
LANDASAN TEORITIS

 2.1. Pengertian Sistem Informasi Geografis

Sistem Informasi Geografis (Geographic Information System/GIS) merupakan sistem informasi berbasis komputer yang digunakan untuk mengolah dan menyimpan data atau informasi geografis. Secara umum pengertian GIS adalah; “Suatu komponen yang terdiri dari perangkat keras, perangkat lunak, data geografis dan sumberdaya manusia yang bekerja bersama secara efektif untuk memasukan, menyimpan, memperbaiki, memperbaharui, mengelola, memanipulasi, meng-integrasikan, menganalisa dan menampilkan data dalam suatu informasi berbasis geografis. Pengertian Sistem Informasi geografis menurut pendapat beberapa para ahli, antara lain :
Menurut Nurdiansyah, M dkk (2009) Sistem Informasi Geografi (SIG) adalah sebuah alat bantu manajemen berupa informasi berbantuan komputer yang berkait erat dengan sistem pemetaan dan analisis terhadap segala sesuatu serta peristiwa  -peristiwa yang terjadi di muka bumi. Teknologi SIG mengintegrasikan operasi pengolahan data berbasis database yang  biasa digunakan saat ini, seperti pengambilan data berdasarkan kebutuhan, serta analisis statistik dengan menggunakan visualisasi yang khas serta berbagai keuntungan yang mampu ditawarkan melalui analisis geografis melalui gambar-gambar petanya.
Menurut (Tedy Setiadi, 2009), Sistem informasi geografis adalah merepresentasikan atau memodelkan fenomena-fenomena yang terdapat di dunianyata. Yang pertama adalah jenis data yang merepresentasikan aspek-aspek keruangan dari fenomena yang bersangkutan yang sering disebut sebagai data posisi, koordinat, ruang atau spasial. Sedangkan yang kedua adalah jenis data yang merepresentasikan aspek-aspek deskriptif dari fenomena yang dimodelkannya yangmencakup items atau properties dari fenomena yang bersangkutan hingga dimensi waktunya. Jenis data ini sering disebut juga sebagai data atribut atau data non-spasial
SIG dapat merepresentasikan dunia nyata di atas monitor computer sebagaimana lembaran peta dapat merepresentasikan dunia nyata di atas kertas. Namun SIG memiliki kemampuan lebih dan fleksibilitas daripada lembaran peta kertas. Objek-objek yang merepresentasikan dunia nyata di atas peta disebut unsure peta atau map features. SIG menyimpan semua informasi deskriptif unsur-unsurnya sebagai atribut-atribut di dalam basisdata. Kemudian SIG membentuk dan menyimpannya di dalam tabel-tabel (relasional). Setelah itu SIG menghubungkan unsur-unsur tersebut dengan tabel-tabel yang bersangkutan.

SIG menghubungkan sekumpulan unsur-unsur peta dengan atribut-atributnya di dalam satuan-satuan yang disebut layer. Contoh-contoh layer antara lain sungai, jalan, batas administrasi, bangunan dan sebagainya. Kumpulan dari layer-layer ini akan membentuk basisdata SIG. Dengan demikian, perancangan basisdata merupakan hal yang esensial di dalam SIG. Rancangan basisdata akan menentukan efektifitas dan efisiensi proses-proses masukan, pengelolaan, dan keluaran SIG

2.1.1. Pengertian Sistem

Sebuah sistem secara umum adalah terdiri dari masukan, pengolahan, dan keluaran yang terdiri dari bagian-bagian yang selalu terkait dan beroperasi bersama-sama untuk mencapai suatu tujuan. Suatu sistem dapat terdiri dari sistem–sistem bagian (subsystems) dimana masing–masing subsistem dapat terdiri dari subsistem–subsistem yang lebih kecil lagi atau komponen–komponen, yang saling berhubungan dan berinteraksi membentuk suatu kesatuan yang terpadu atau terintegrasi (integrated) sehingga tujuan atau sasaran sistem tersebut dapat tercapai. Pengertian sistem menurut pendapat beberapa para ahli, antara lain :
Menurut (Andi Kristanto, 2009), Suatu sistem adalah jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau untuk menyelesaikan suatu sasaran tertentu.

Menurut (Fathansyah, 2012), Sistem adalah sebuah tatanan (keterpaduan) yang terdiri atas sejumlah komponen fungsional (dengan satuan fungsi / tugas khusus) yang saling berhubungan dan secara bersama-sama bertujuan untuk memenuhi suatu proses / pekerjaan tertentu. 

2.1.2. Pengertian Informasi

Infomasi adalah data yang telah diproses menjadi bentuk yang memili arti bagi penerima dan dapat berupa fakta sehingga memiliki manfaat bagi pengguna informasi. Jadi ada suatu transformasi data menjadi suatu informasi yaitu input – proses - output. Pengertian informasi menurut pendapat beberapa para ahli, antara lain :
Menurut (Erwan Arbie, 2009), Sistem informasi adalah sistem di dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian, membantu dan mendukung kegiatan operasi, bersifat manajerial dari suatu organisasi dan membantu mempermudah penyediaan laporan yang diperlukan.
Menurut (Tafri D. Muhyuzir, 2011), Sistem informasi adalah data yang dikumpulkan, dikelompokkan dan diolah sedemikian rupa sehingga menjadi sebuah satu kesatuan informasi yang saling terkait dan saling mendukung sehingga menjadi suatu informasi yang berharga bagi yang menerimanya.
Menurut Jogianto (2011) mendefinisikan bahwa Informasi adalah data yang diolah menjadi bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi yang menerimanya para ahli lain memberikan definisi yang hampir serupa bahwa informasi adalah data yang telah diolah menjadi sebuah bentuk yang berarti bagi penerimanya dan bermanfaat bagi pengambil keputusan saat ini maupun dimasa yang akan datang.
Pengukuran nilai informasi akan lebih tepat jika menggunakan analisis cost effectiveness. Sedangkan kualitas informasi sangat dipengaruhi atau ditentukan oleh 3 hal pokok, yaitu :


  1. Relevansi (relevancy)
    Informasi dikatakan berkualitas jika relevan bagi pemakainya, pengukuran nilai  relevan  informasi berdasarkan mamfaat yang dirasakan oleh pemakainya.
  2. Akuransi (accuracy)
    Sebuah inforamasi dapat dikatakan akurat jika informasi tersebut tidak menyesatkan, bebas darai kesalahan-kesalahan dan harus jelas mencerminkan maksudnya. Ketidakakuratan sebuah informasi dapat terjadi karena sumber informasi mengalami gangguan sehingga merusak dan merubah data-data asli tersebut.


2.2. Pengertian Data

Data adalah sesuatu yang belum mempunyai arti bagi penerimanya dan masih memerlukan adanya suatu pengolahan. Data bisa berujut suatu keadaan, gambar, suara, huruf, angka, matematika, bahasa ataupun simbol-simbol lainnya yang bisa kita gunakan sebagai bahan untuk melihat lingkungan, obyek, kejadian ataupun suatu konsep. Pengertian data menurut pendapat beberapa para ahli, antara lain :
Menurut (Fatansyah, 2011), Data merupakan fakta atau bagian dari fakta yang mengandung arti, yang dihubungkan dengan kenyataan, gambar-gambar, kata-kata, angka-angka, huruf atau simbol-simbol menyatakan suatu ide objek kondisi atau situasi dan lain-lain.
Menurut (Andri Kristanto, 2009), Data adalah kenyataan yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian dan kesatuan nyata. Kejadian adalah sesuatu yang terjadi pada saat tertentu, contohnya: transaksi. Kesatuan nyata adalah berupa suatu objek nyata seperti tempat, benda dan orang yang betul-betul ada dan terjadi.
Menurut (Jogiyanto, 2011), Data adalah bentuk yang masih mentah yang belum dapat bercerita banyak, sehingga perlu diolah lebih lanjut. Data diolah melalui suatu model untuk dihasilkan informasi.
Berdasarkan pendapat para ahli tersebut maka dapat disimpulkan bahwa data adalah kenyataan yang menggambarkan kejadian-kejadian, dan masih berbentuk mentah sehingga perlu diolah lebih lanjut sehingga bisa menghasilkan informasi.
Data adalah fakta yang jelas lingkup, tempat dan waktunya. Data diperoleh dari sumber data primer atau sekunder dalam bentuk berita tertulis atau sinyal elektronis. Kualitas data harus meliputi syarat – syarat :
a. Benar,
b. Asli,
c. Lengkap (tidak berlebihan),
d. Sesuai dengan periode waktu (up to date) tidak kadarluarsa,
e. Tercatat dalam suatu media kertas, disk atau tape.

2.3. Pengolahan Data

Pengolahan data adalah segala macam pengolahan terhadap data atau kombinasi dari bermacam-macam data, untuk pengolahan data itu berguna sesuai dengan hasil yang diinginkan sehingga dapat dipakai istilah komputer untuk pengolahan data yang disebut informasi. Pengertian pengolahan data menurut pendapat beberapa para ahli, antara lain :
Menurut (Andri Kristanto, 2009), Pengolahan data adalah waktu yang digunakan untuk menggambarkan perubahan bentuk data menjadi informasi yang memiliki kegunaan. Semakin banyak data dan kompleksnya aktivitas pengolahan data dalam suatu organisasi, baik itu organisasi besar maupun organisasi kecil, maka metode pengolahan data yang tepat sangat dibutuhkan.
Menurut (Witarto, 2010), Pengolahan data adalah proses operasi sistematis terhadap data. Selama operasi, (misal kalkulasi atau operasi logika) sedang berlangsung, data disimpan sementara dalam prosesor.
Berdasarkan pendapat para ahli tersebut maka dapat disimpulkan bahwa pengolahan data adalah perubahan bentuk data menjadi informasi kemudian melakukan proses operasi sistematis terhadap data yang kemudian disimpan sementara dalam prosesor.
Pengolahan data merupakan soal dari suatu faktor yang esensial, maka harus digunakan alat-alat untuk mempercepat jalannya beserta staf yang mampu melaksanakan seluruh proses dalam rangka pengolahan data, mulai dari perekaman data, pengumpulan data, pemasukan data, perhitungan, sampai kepada pembuatan informasi yang di inginkan. Pendataan adalah data yang telah di susun menjadi sebuah dokumen.
Dari pengertian diatas penulis mengambil suatu kesimpulan data merupakan suatu fakta mentah yang dapat berupa karakter, simbol, audio, video, dan sebagainya yang tidak teratur yang diangkat dari suatu kenyataan.
Tujuan pengolahan data adalah :
a. Mendapat informasi atau memberikan gambaran suatu keadaan,
b. Sebagai dasar perencanaan,
c. Sebagai dasar pengambilan keputusan,
d. Sebagai alat kontrol,
e. Sebagai dasar evaluasi.

2.4.   Basis Data 

Database adalah kumpulan dari beberapa tabel yang saling berhubungan.  Database menurut para ahli yaitu sebagai berikut:
Menurut (Andri Kristanto, 2009), Basis data (database) adalah kumpulan dari data, yang dapat digambarkan sebagai aktivitas dari satu atau lebih organisasi yang berelasi.
Menurut (Fathansyah, 2012), Basis data merupakan kumpulan data yang saling berhubungan yang disimpan secara bersama sedemikian rupa dan tanpa pengulangan (redudansi) yang tidak perlu, untuk memenuhi berbagai kebutuhan.
Menurut (Jogiyanto, 2011), Data merupakan kumpulan dari data yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya, tersimpan di perangkat keras komputer dan digunakan perangkat lunak untuk memanipulasinya.
Berdasarkan pendapat para ahli tersebut maka dapat disimpulkan bahwa basis data adalah kumpulan dari data yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya dan dapat digambarkan sebagai aktivitas satu atau lebih organisasi yang berelasi.
Ada beberapa macam relasional database yang digunakan dalam kegiatan manajemen database adalah :

  1. Relasional satu ke satu, adalah hubungan yang terjadi antara satu file dengan file lain, dihubungkan oleh satu file kunci lainnya. 
  2. Relasional satu ke banyak, adalah hubungan yang terjadi antara satu file dengan file yang lain, yamg dihubungkan dengan file kunci dari file yang satu ke beberapa field kunci yang lain.
  3. Relasional banyak kebanyak, adalah hubungan yang terjadi antara satu file dengan file yang lain, dihubungkan oleh beberapa field kunci dari file satu kebeberapa field kunci file yang lain.


2.5. ERD (Entity Relationnship Diagram)

ERD (Entity Relationship Diagram) adalah pemodelan data utama yang membantu mengorganisasikan data dalam suatu proyek kedalam entitas-entitas dan menentukan hubungan antar entitas atau sejumlah notasi  dan simbol untuk menggambarkan struktur dan hubungan antar data. Pengertian ERD (Entity Relationship Diagram) menurut pendapat beberapa para ahli, antara lain :
ERD Menurut Conolly (2010) adalah penggambaran dari sebuah kebutuhan penyimpanan data dengan cara kerja dari suatu perusahaan atau organisasi yang bebas dari ambiguitas, ERD digunakan untuk mengidentifikasi data yang akan disimpan diolah dan di ubah untuk mendukung aktifitas bisnissuatu organisasi. ERD (Entity Relationship Diagram) pertama kali di deskripsikan oleh Peter Chen dalam bukunya “The Entity Relationship Model-Toward a Unifield of Data”. Dalam buku ini Chen mencoba merumuskan dasar-dasar model setelah itu dikembangkan dan dimodifikasi oleh Chen dan banyak pakar lain. ERD (Entity Relationship Diagram) adalah pemodelan data utama yang membantu mengorganisasikan data dalam suatu proyek kedalam entitas-entitas dan menentukan hubungan antar entitas atau sejumlah notasi  dan simbol untuk menggambarkan struktur dan hubungan antar data. Ada beberapa macam elemen yang umum digunakan yaitu :

  1. Entitas/Entity adalah suatu tempat atau objek untuk menyimpan data. Contoh: Entitas buku untuk menyimpan atribut mengenai buku (judul buku, kode buku, pengarang). Entity digambarkan dengan persegi panjang. 
  2. Atribut berfungsi untuk mendeskripsikan entitas dan atribut mempunyai nilai (harga). Atribut digambarkan dengan simbol ellips.
  3. Relasi/Relationship database adalah kumpulan file yang saling berkaitan. Pada model data relasi hubungan antar file direlasikan dengan kunci relasi. Relasi ini digambarkan dengan garis dalam ERD.
  4. Cardinalitas. Terdapat beberapa pengertian key sehubungan dengan normalisasi dan ERD, antara lain :


  • Superkey adalah gugus dari sejumlah atribut entiti yang dapat digunakan untuk mengindentifikasi obyek secara unik.
  • Candidate key adalah superkey yang  jumlah atribut minimal dan dapat berdiri sendiri.
  • Primary key adalah superkey yang dipilih oleh desainer atau administrator basis data.


2.6. Diagram Konteks

Context Diagram merupakan tingkatan tertinggi dalam diagram aliran data dan hanya memuat satu proses, menunjukkan sistem secara keseluruhan. Proses tersebut diberi nomor nol. Semua entitas eksternal yang ditunjukkan pada diagram konteks berikut aliran data-aliran data utama menuju dan dari sistem. Diagram tersebut tidak memuat penyimpanan data dan tampak sederhana untuk diciptakan, begitu entitas-entitas eksternal serta aliran data-aliran data menuju dan dari sistem diketahui menganalisis dari wawancara dengan user dan sebagai hasil analisis dokumen. Pengertian Diagram Konteks menurut pendapat beberapa para ahli, antara lain :
   Fadlil dkk. (2008) menyatakan bahwa diagram konteks merupakan diagram yang menggambarkan kondisi sistem yang ada baik input maupun output serta menyertakan terminator yang terlibat dalam penggunaan sistem. Diagram  konteks merupakan level tertinggi dari DFD yang menggambarkan seluruh input kesistem atau output dari sistem dan memberi gambaran tentang keseluruhan sistem. Sistem dibatasi oleh boundary  (dapat digambarkan dengan garis putus).
Dalam diagram konteks hanya ada satu proses. Tidak boleh ada store dalam diagram konteks.
Komponen ERD dapat dilihat pada table dibawah ini:
Simbul Keterangan

  1. Entity
    Adalah suatu objek yang dapat dibedakan atau dapat diidentifikasikan secara unik dengan objek lainnya, dimana semua informasi yang berkaitan dengannya dikumpulkan. Kumpulan dari Entity yang sejenis dinamakan Entity Set.
  2. Relationship
    Adalah hubungan yang terjadi antara satu Entity dengan Entity lainnya. Relationsgip tidak mempunyai keberadaan fisik atau konseptual kecuali yang sejenis dinamakan dengan Relationsgip Diagram.
  3. Atribut
    Adalah karakteristik dari Entity atau relationship yang menyediakan penjelasan detail tentang Entity atau relationship tersebut.


2.7. Data Flow Diagram (DFD)

Data Flow Diagram (DFD) adalah diagram yang menggunakan notasi-notasi untuk menggambarkan arus dari sistem. DFD sering digunakan untuk menggambarkan suatu sistem yang telah ada atau sistem baru yang akan di kembangkan secara logika tanpa mempertimbangkan lingkungan fisik dimana data tersebut mengalir (misanya lewat telepon seluler, surat, dan sebagainya) atau lingkungan fisik dimana data tersebut akan disimpan (misalnya file kartu, harddisk, tape, diskette, dan lain sebagainya). Pengertian ERD (Entity Relationship Diagram) Data Flow Diagram (DFD) menurut pendapat beberapa para ahli, antara lain :
Menurut Kristanto (2003) adalah suatu model logika data atau proses yang dibuat untuk menggambarkan dari mana asal data dan kemana tujuan data yang keluaran dari sistem, dimana data di simpan, proses apa yang menghasilkan data tersebut, dan interaksi antara data yang tersimpan dan proses yang dikenakan pada data tersebut.
Menurut Wijaya (2009) Data Flow Diagram adalah gambaran grafis yang memperlihatkan aliran data dari sumbernya dalam obyek kemudian melewati suatu proses yang mentransformasikan ke tujuan yang lain, yang ada pada objek lain.

2.7.1. Komponen Data Flow Diagram


  1. Terminator adalah entitas diluar sistem yang berkomunikasi / berhubungan langsung dengan sistem. Terminator dapat berupa orang, sekelompok orang, organisasi, perusahaan/departemen yang berada diluar sistem, diberi nama yang berhubungan dengan sistem tersebut.
  2. Arus Data digunakan untuk menerangkan perpindahan data/paket data dari satu bagian ke bagian lainnya.  
  3. Suatu proses adalah kegiatan atau kerja yang dilakukan oleh orang, mesin atau komputerr dari hasil suatu arus data yang masuk ke dalam proses untuk dihasilkan arus data yang akan keluar dari proses. Proses disesuaikan dengan proses / kegiatan yang sedang dilakukan.
  4. Data Store adalah tempat penyimpanan data

2.7.2. Syarat dan Fungsi DFD

Syarat-syarat pembuatan sebuah DFD, antaralain :
1. Pemberian nama untuk tiap komponen DFD.
2. Pemberian nomor pada komponen proses
3. Penggambaran DFD seseringmungkin agar nyamandilihat.
4. Penghindaran penggambaran DFD yang rumit.
5. Emastian DFD yang dibentukitukonsistensecaralogika

Ada punfungsidari DFD adalahsebagaiberikut :

  1. Membantu para analis sitem meringkas informasi tentang sistem,  mengetahui hubungan antar sub-sub sistem, dan membantu perkembangan aplikasi secara efektif.
  2. DFD berfungsi sebagai alat komunikasi yang baik antara pemakai dan analis sistem. Menggambarkan sejumlah bata sanotomasi untuk pengembangan alternative system fisik.


2.8.    Perangkat Lunak yang Digunakan 

Perangkat lunak pendukung yang digunakan ada tiga (3) macam aplikasi karena komputer memerlukan suatu aplikasi dalam pembuatan aplikasi lainnya. Aplikasi yang digunakan adalah MySQL digunakan untuk pengelolaan database server, Xampp Version 1.6.0a sebagai pengelola Script PHP serta mendukung database server pada MySQL dan Dreameweaver digunakan sebagai aplikasi pemrograman untuk mendesain, menyisipkan script php dan MySQL serta membuat tampilan program website yang sedemikian rupa, supaya bisa menarik minat yang melihatnya.

2. 8. 1. MySQL

MySQL adalah multiuser database yan g menggunakan bahasa Structured Query Language (SQL). MySQL dalam operasi Client-Server melibatkan Server daemon MySQL di sisi server dan berbagai macam program serta library yang berjalan di sisi client. MySQL mampu menangani data yang sangat besar. SQL (Structured Query Language) adalah bahasa yang digunakan untuk mengakses dan memanipulasi data dalam basis data
Menurut Abdul Kadir (2008) MySQL merupakan software yang tergolong sebagai DBMS (Database Management System) yang bersifat Open Source. Open Source menyatakan bahwa software ini di lengkapi dengan source code (Kode yang dipakai untuk membuat MySQL), selain tentu saja bentuk sistem operasi, dan bisa diperoleh dengan cara men-download (mengunduh) di Internet secara gratis. MySQL awalnya dibuat oleh perusahaan konsultan bernama TcX yang berlokasi di Swedia. Saat ini pengembangan MySQL berada di bawah naungan perusahaan MySQL AB. Adapun software dapat di unduh di situs www.mysql.com
MySQL dalam operasi klien-server melibatkan server daemon MySQL di sisi server dan berbagai macam program serta pustaka yang berjalan di sisi klient. MySQL mampu menangani data yang cukup besar, Perusahaan yang mengembangkan MySQL yaitu TcX, mengaku menyimpan data lebih dari 40 database, 10.000 tabel dan sekitar 7 juta baris, totalnya kurang lebih 100 Gigabyte data.


2. 8. 2 PHP

PHP merupakan singakat dari ”Hypertext Preprocessor” adalah yaitu proses penerjemahan baris kode sumber menjadi kode mesin yang dimengerti komputer secara langsung pada saat baris kode di jalankan. PHP di sebut sebagai Server Side Programming di kerenakan seluruh kode atau skrip di jalankan di server. Hasilnyalah yang di kirim ke klien, tempat pemakai menggunakan browser (Alexander F.K.Sibero,2011).
Selain itu PHP adalah bahasa scripting yang menyatu dengan HTML dan dijalankan pada server side. Artinya semua sintaks yang kita berikan akan sepenuhnya dijalankan pada server sedangkan yang dikirimkan ke browser hanya hasilnya saja
Kelahiran PHP bermula saat Rasmus Ledorf pada tahun 1994 membuat sebuah halaman website pribadi yang tujuanya adalah untuk memperkenalkan halaman website pribadi sekaligus membangun halaman web yang dinamis. PHP pertama di perkenalkan dengan singkatan dari Personal Home Page dan di tulis menggunakan bahasa Perl (Perl Script), kemudian di tulis ulang menggunakan bahasa pemograman C CGI-BIN (Common Gateway Interface_Binary) yang di tunjukkan untuk mengembangkan halaman website yang mendukung formulir dan penyimpanan data. Pada tahun 1995 PHP tool 1.0 diruilis untuk umum, kemudian pengembangannya dilanjutkan oleh Andi Gutmans dan Zeev Suraski. Perusahaan bernama Zend kemudian melanjutkan pengembangan PHP dan merilis PHP versi terakhir pada saat ini ((Alexander F.K.Sibero,2011).
Menurut Abdul Kadir (2008) PHP merupakan bahasa pemrograman berbentuk script yang ditempatkan dalam server dan diproses di server. Hasil dari pengolahan akan dikirimkan ke klien, tempat pemakai menggunakan browser. Secara khusus, PHP dirancang untuk membentuk web dinamis. Artinya, ia dapat membentuk suatu tampilan berdasarkan permintaan terkini. Misalnya, kita bisa menampilkan isi database ke halaman web. Pada prinsipnya, PHP mempunyai fungsi yang sama dengan script seperti ASP (Actives Server Page), Cold Fusion, ataupun Perl.

2. 8. 3. Dreamwaver

Adobe Dreamwaver adalah sebuah HTML editor professional untuk mendesain web secara visual dan mengelola situs atau halaman web, Pada Dreamwaver terdapat beberapa kemampuan bukan hanya sebagai software untuk desain web saja tetapi juga untuk menyunting kode serta pembuatan aplikasi web dengan menggunakan berbagai bahasa pemograman web, antara lain JSP,PHP,ASP dan ColdFusion (Madcoms,2011).
Adobe Dreamwaver merupakan aplikasi pengolah halaman web yang sangat popoler sekarang ini. Penggunaanya lebih banyak di bandingkan aplikasi sejenis lainnya, kelebihanya fiturnya atau ruang kerjanya yang banyak sehingga di sukai banyak orang
Menurut Lukmanul Hakim (2009) Macromedia Dreamweaver adalah sebuah HTML editor profesional untuk mendesain secara visual dan mengelola situs web maupun halaman web. Bilamana kita menyukai untuk berurusan dengan kode-kode HTML secara manual atau lebih menyukai bekerja dengan lingkungan secara visual dalam melakukan editing, Dreamweaver mambuatnya menjadi lebih mudah dengan menyediakan tool-tool yang sangat berguna dalam peningkatan kemampuan dan pengalaman dalam mendesain web.
Dreamweaver dalam hal ini digunakan untuk web desain. Dreamweaver mengikutsertakan banyak tool untuk kode-kode dalam halaman web beserta fasilitas-fasilitasnya, antara lain : Referensi HTML, CSS dan Javascript, Javascript debugger, dan editor kode (tampilan kode dan Code inspector) yang mengizinkan penggunanya untuk mengedit kode Javascript, XML, dan dokumen teks lain secara langsung dalam Dreamweaver. Teknologi Dreamweaver Roundtrip HTML mampu mengimpor dokumen HTML tanpa perlu memformat ulang kode tersebut dan kita dapat menggunakan Dreamweaver pula untuk membersihkan dan memformat ulang HTML bila pengguna menginginkannya. Selain itu Dreamweaver juga dilengkapi kemampuan manajemen situs, yang memudahkan pengguna dalam mengelola keseluruhan elemen yang ada dalam situs. Juga dapat melakukan evaluasi situs dengan melakukan pengecekan Broken link, kompatibilitas browser, maupun perkiraan waktu download halaman web.

2.8.4. Mapserver

Mapserver merupakan aplikasi freeware dan open source yang memungkinkan pemakai menampilkan data spasial (peta) diweb. Aplikasi ini pertama kali dikembangkan di Universtas Minissota, Amerika serikat untuk projek ForNet ( sebuah projek untuk manajemen sumber daya alam) yang disponsori NASA (National  Aeronautics and Space Administration). Support NASA dilanjutkan dengan dikembangkannya projek TerraSIP untuk manajemen data lahan. Saat ini, karena sifatnya yang terbuka (open Source), pengembangan Mapserver dilakukan oleh pengembang diberbagai negara.
Pengembangan Mapserver menggunakan berbagai apliksi open source atau freeware. Pada bentuk paling dasar Mapserver berupa sebuah program CGI (Common Gateway Interface). Program tersebut akan dieksekusi di web server dan berdasarkan beberapa parameter tertentu ( terutama konfigurasi dalam bentuk file *.MAP) akan menghasilkan data yang kemudian akan dikirim ke web browser, baik dalam bentuk gambar peta ataupun bentuk lain. Komponen Pada Mapserver sebagai berikut :

  1. Menampilkan data spasial dalam format vektor seperti: Shapefile (ESRI), ArcSDE.  (ESRI), PostGIS dan berbagai format data vektor lain menggunakan Library OGR.
  2. Menampilkan data spasial dalam format raster seperti TIFF/GeoTIFF,      EPPL7 dan berbagai format data raster lainnya dengan menggunakan library GDAL.
  3. Menggunakan udtree dalam indexing data spasial, sehingga operasi-operasi spasial  dapat dilakukan dengan cepat.
  4. Dapat dikembangkan (customizable), dengan tampilan keluaran yang dapat diatur  menggunkan file-file template.
  5. Dapat melakukan seleksi Obyek berdasarkan nilai, berdasarkan titik area, atau berdasarkan sebuah objek spasial tertentu.
  6. Mendukung rendering karakter berupa font true type.
  7. Mendukung penggunaan data raster maupun data vektor yang ditiled (dibagi-bagi   menjadi sub bagian yang lebih kecil sehingga proses untuk mengambil dan  menampilkan gambar dapat dipercepat).
  8. Dapat menggambarkan elemen peta secara otomatis: skala grafis, peta indeks dan  legenda peta.
  9. Dapat menggambarkan peta tematik yang dibangun menggunakan ekspresi lojik atau eksprimen reguler.
  10. Dapat menampilkan label dari objek spasial, dengan label dapat diatur sedemikian  rupa sehingga tidak saling tumpang tindih.
  11. Konfigurasi dapat diatur secara on the fly melalui parameter yang ditentukan    pada URL.
  12. Dapat menangani beragam sistem proyeksi secara on the fly.


Saat ini, selain dapat mengakses Mapserver sebagai program CGI, kita dapat mengakses Mpserver sebagai modul MapScript, melalui bahasa script: PHP,Perl, Python, atau Java. Akses fungsi-fungsi Mapserver melalui scrip akan lebih memudahkan pengembangan aplikasi. Pengembang dapat memilih bahasa yang paling familiar.
Dalam pengembangan apliksi berbasis MapServer, diperlukan beberapa pengetahuan dasar berikut :

  1. Pengetahuan tentang peta digital antara lain meliputi skala format, bentuk, koordinat dan sistem proyeksi. Pengetahuan dalam bidang ini sangat penting karena peta digital memang merupakan data utama yang dikelola oleh MapServer.
  2. Pengetahuan tentang sistem operasi dan server web pada tempat dimana MapServer akan dipasang.
  3. Pengetahuan tentang struktur dan cara penanganan file berformat HTML. Informasi yang dihasilkan MapServer akan dikirim ke klien (Web Browser) dalam format HTML.
  4. Pengetahuan tentang pemrograman di web. Misal dengan menggukan PHP disisi server atau Javacript di sisi klien. Aplikasi Mapserver umumnya bersifat dinamis dan interaktif, sehingga hampir dipastikan user perlu melakukan penyesuaian.
  5. Pengetahan tentang basis data, karena data spasial hampir tidak pernah lepas dari informasi lain dalam basis data.


Perkembangan MapServer sebagai sebuah aplikasi Open Source, banyak memanfaatkan aplikasi lain yang juga bersifat open source, sedapat mungkin menggunakan aplikasi yang sudah tersedia jika memang memenuhi kebutuhan, untuk menghemat sumber daya dan waktu pengembangan. Pembahasan komponen MapServer terdiri empat komponen adalah :

  1. Komponen untuk akses data spasial.
    Komponen ini bertugas untuk menangani baca/tulis data spasial, baik yang tersimpan sebgai file maupun yang tersimpan pada DBMS.
  2. Komponen untuk penggambaran peta.
    MapServer akan mengirimkan tampilan peta berupa gambar. Pemakai dapat memilih apa format data gambar yang akan digunakan. Dan dari beberapa komponen tersebut dapat membentuk gambar peta yang dihasilan oleh Maperver. 
  3. Komponen untuk menangani proyeksi Peta.
    Digunakan Mapserver  untuk keperluan menangani sistem proyeksi peta. 
  4. Komponen pendukung.


2.9. Teori Dasar

2.9.1. Teori Penentuan Lokasi Mahasiswa Kerja Praktek

Penentuan lokasi adalah proses pemilihan lokasi optimal yaitu lokasi terbaik secara geografis. Penerapan ilmu menentukan tempat atau lokasi, banyak dikaji oleh para perencana wilayah dalam kegiatan. Banyak teori lokasi yang digunakan untuk menentukan lokasi . Pengambilan keputusan untuk memilih lokasi merupakan kerangka kerja yang prospektif bagi pengembangan suatu kegiatan yang bersifat komersil. Banyak faktor yang harus dipertimbangkan maka lahirlah teori-teori untuk membantu memecahkan masalah penentuan lokasi, yaitu harus didasarkan pada faktor-faktor produksi paling dominan dari suatu kegiatan, maka dari teori penentuan lokasi diatas  membuat sistem informasi  geogafis dalam penentuan lokasi mahasiswa kerja praktek untuk membantu dalam pencarian  dimana mahasiwa melakukan kerja praktek.

2.9.2. Kerja Praktek

Kerja Praktek merupakan program pembelajaran dalam rangka penyesuaian diri antara pembelajaran teori di kampus dengan praktek lapangan. Dengan adanya Praktek Kerja Lapangan mahasiswa  dapat melatih diri dan mengetahui dunia kerja secara nyata.

2.9.  Perbandingan Penelitian Terkait

Perbandingan penelitian terkait dapat di lihat pada tabel berikut:
Menurut (Asnida, 2010), Dengan dibangunnya system ini dapat diharapkan membantu pencarian sekolah luar biasa yang ada di Daerah Istimewa Yogyakarta untuk dapat menampilkan suatu peta kedalam aplikasi web-browser peta yang sebelumnya mempunyai format ESRI Shapefile (.shp) haruslah diubah terlebihdahulu menjadi bitmap seperti PNG, JPG atau GIF. Sistem ini akan dapat dilihat dari sisi client yaitu dalam bentuk peta yang terdiridari polygone, polyline, dan point. User dapat menggunakan system ini menggunakan browser seperti IE, mozzila firefox, maupun opera. Informasi yang akan dapat didapat user adalah informasi lokasi sekolah luar biasa dan informasi tentang data yang ada didalamnya dan foto sekolah luar biasa. Dalam pengembangan Sistem Informasi Geografi berbasis website yang menggunakan Mapserver, kemampuan system tergantung pada kemampuan mapserver itu sendiri. Mapserver tidak dikembangkan dengan semua kelengkapannya (features) sebagai perangkat lunak SIG
Menurut (Nursuci, 2005), Dengan SIG Tempat Ibadah di Kota Bogor wisatawan sebagai  user aplikasi ini dapat secara mudah  memperoleh informasi mengenai letak dan daya tampung jemaah tempat ibadah yang dimaksud. Jika wisatawan sebagai  user aplikasi SIG ini mengklik salah satu simbol tempat ibadah pada peta maka dialog boxhasil  query pencarian akan  muncul yang berisi informasi nama  tempat ibadah, alamat, nomor telepon,  dan kapasitas daya tampung tempat ibadah tersebut. Hal ini dapat menjadi  pertimbangan sehingga wisatawan dapat memutuskan apakah mereka akan mempergunakan tempat ibadah tersebut atau tidak dan memilih tempat ibadah lain yang tersedia. Selain itu, waktu pencarian  user menjadi lebih singkat karena aplikasi SIG ini termasuk peta tematik  dengan kemudahan yang tidak dimiliki oleh peta konvensional.
Menurut (Setia Wirawan, 2009), Pembuatan web Sistem Informasi Geografis Universitas di DKI Jakarta ini dilakukan karena banyaknya siswa/siswi baru yang ingin melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi yang ada di Jakarta sedangkan mereka sendiri tidak mengetahui lokasi atau bahkan jurusan yang terdapat pada universitas tersebut. Serta kesulitan dalam menentukan universitas yang sesuai dengan jurusan yang mereka minati. Sehingga dibangunlah web Sistem Informasi Geografis Universitas ini. Setelah dilakukan mulai dari proses pembuatan program yaitu proses dijitasi dan pembuatan peta dengan menggunakan aplikasi ArcView dan MapViewSVG, yang kemudian dilanjutkan dengan pembuatan sistem basis data dan pembangunan halaman web serta proses uji coba terhadap website yang telah di upload ke internet dengan alamat http://www.angew.info/siguniv-jkt, sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa web SIG ini dapat berjalan baik dengan menampilkan informasi universitas dalam bentuk peta dan informasi lokasi serta jurusan. Dengan adanya web ini, diharapkan dapat memberikan kemudahan kepada masyarakat khususnya siswa/siswi baru yang ingin melanjutkan ke bangku kuliah dalam memperoleh informasi mengenai universitas seperti denah lokasi, informasi jurusan, serta dapat mengakses situs universitas secara langsung, karena pada web ini terdapat fasilitas  linkke website universitas. Selain itu, pengguna juga dapat melakukan pencarian dengan memasukkan nama universitas atau jurusan yang diinginkan pada fasilitas pencarian yang telah disediakan pada halaman utama. Dalam proses pencarian, daftar universitas akan ditampilkan saat pengguna memasukkan jurusan atau nama universitas.



Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "SIG Penentuan Lokasi PHP MySql"

Post a Comment