Analisa Contoh Kasus


          Berdasarkan penerima kartu terdiri dari Penerima Kartu Indonesia Sehat (KIS), Kartu Indonesia Pintar (KIP), Kartu Keluarga Sejahtera (KKS).  Maka untuk analisa contoh kasus hanya diambil untuk penerima Kartu Indonesia Pintar (KIS). Tahapan untuk perhitungan manual Metode Topssis adalah sebagai berikut:
1. Penentuan Alternatif
Alternatif yang digunakan sebagai contoh diambil 3 orang dari data penduduk.
Tabel 3.20 Contoh Altenatif

No
Nama
L/P
K1
K2
K3
K4
1 M. Khairul
L
1.000.000
Rumah Sendiri
3
Tidak Punya
2 Aminah
P
800.000
Rumah Orang Tua
3
Punya
3 Abdullah
L
2.000.000
Kontrakan
2
Punya

2. Penilaian Alternatif Berdasarkan Kriteria
Berikut adalah nilai dari setiap alternatif berdasarkan kriteria
Tabel 3.21 Nilai Contoh Kasus

No
Alternatif K1 K2 K3
K4
1 M. Khairul 4 3 3
4
2 Aminah 5 4 3
3
3 Abdullah 4 5 2
3
Berdasarkan tabel 3.20 diubah kedalam matrik keputusan X yaitu sebagai berikut:
4
3
3
4
X =
5
4
3
3
4
5
2
3




3. Memberikan bobot Presentasi
Untuk menentukan bobot dari penentuan pemberian bantuan rumah muslim Aid dibentuk dalam tabel di bawah ini.
Tabel 3.22 Bobot nilai Kriteria untuk penentuan Penerima Kartu Indonesia Pintar

Kriteria
Bobot Nilai
C1 Sangat Tinggi (ST) 1
C2 Sedang (S) 0.5
C3 Sedang (S) 0.5
C4 Tinggi (T) 1

Langkah-langkah perhitungan metode Topsis adalah sebagai berikut:

1. Normalisasi Matrik Keputusan

Maka Matrix (R) ternormalisasi adalah sebagai berikut:

0.07
0.06
0.15
0.006

R =
0.08
0.08
0.15
0.006

0.07
0.1
0.1
0.004


2. Menghitung matriks yang ternomalisasi yang terbobot (Y)
Untuk bobot yang sudah ditentukan (W) :  yij = wi.rij;
y11 = (0.07) * (1) = 0.07
y12 = (0.08) * (1) = 0.08
y13 = (0.07) * (1) = 0.07
y21 = (0.06) * (0.5) = 0.03
y22 = (0.08) * (0.5) = 0.04
y23 = (0.1) * (0.5) = 0.05
y31 = (0.15) * (0.5) = 0.075
y32 = (0.15) * (0.5) = 0.075
y33 = (0.1) * (0.5) = 0.05
y41 = (0.006) * (1) = 0.006
y42 = (0.006) * (1) = 0.006
y43 = (0.004) * (1) = 0.004
Sehingga hasilnya adalah sebagai berikut:

Tabel 3.22 Matrik Ternormalisasi

No
Alternatif
K1
K2
K3
K4
1 M. Khairul 0.07 0.03 0.075 0.006
2 Aminah 0.08 0.04 0.075 0.006
3 Abdullah 0.07 0.05 0.05 0.004

3. Menghitung Solusi Ideal (A+) dan Solusi Ideal (A-)
A+ = (y1+, y2+,…… yn+)
Maka nilai solusi ideal (A+) dan Solusi ideal (A-) adalah sebagai berikut:
Tabel 3.23 Solusi Ideal

No
Alternatif
K1
K2
K3
K4
1
M. Khairul
0.07
0.03
0.075
0.006
2
Aminah
0.08
0.04
0.075
0.006
3
Abdullah
0.07
0.05
0.05
0.004
Max
0.08
0.05
0.075
0.006
Min
0.07
0.03
0.05
0.004

4. Menghitung Jarak Solusi Ideal (D+) dan jarak  Solusi Ideal (D-)


5. Menghitung  Nilai Preferensi setiap Alternatif














Maka solusi yang di dapat : dari nilai V (jarak kedekatan setip alternative terhadap solusi ideal) diperoleh nilai V2 memiliki nilai terbesar, sehingga yang akan dipilih sebagai Penerima Kartu Indonesia Pintar adalah Aminah.

Jika kurang dipahami, silahkan berkomentar

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Contoh Kasus Perhitungan Manual Metode TOPSIS"

Post a Comment