Dalam tahap ini penulis mencoba untuk mengidentifikasikan permasalahan yang ada. Tahap ini merupakan tahapan awal pada penyusunan penelitian ini. Hasil dari identifikasi inilah yang menjadi latar belakang dalam melakukan perumusan masalah yang akan menjadi objek penelitian. Masalah yang diidentifikasi adalah bagaimana membuat aplikasi Sistem Pendukung Keputusan ( Decission Support System ) Penerimaan Karyawan Bank Aceh menggunakan Metode Entropy”.


  Langkah-Langkah Metode Entropy
            Langkah-langkah perhitungan metode Entropy, terlebih dahulu menentukan kriteria yang dibutuhkan untuk menentukan keputusan yang cepat dan mudah dalam penerimaan Karyawan pada Bank Aceh. Adapun kriteria yang digunakan adalah sebagai berikut:
1.      Usia (Cost)
2.      Kelengkapan Berkas (Benefit)
3.      Pendidikan (Benefit)
4.      IPK (Benefit)
5.      Pengalaman (Benefit)

            Berdasarkan kriteria diatas maka akan digunakan parameter untuk menentukan bobot dari kriteria. Bobot parameter untuk setiap kriteria adalah sebagai berikut:
1.      Kriteria Usia (C1)
            Parameter yang digunakan dapat dilihat pada tabel 3.1.
Tabel 3.1 Parameter Usia

No
Parameter
Nilai
1
 22 =< Usia < 25
1
2
27 =< Usia < 30
0.75
3
30 =< Usia < 32
0.5
4
32 =< Usia < 35
0.25
5
Usia >= 35
0

2.      Kelengkapan Berkas C2
            Parameter yang digunakan dapat dilihat pada tabel 3.2.
Tabel 3.2 Parameter Kelengkapan Berkas
No
Parameter
Nilai
1
Lengkap
1
2
Tidak Lengkap
0

3.      Pendidikan (C3)
            Parameter yang digunakan dapat dilihat pada tabel 3.3.
Tabel 3.3 Parameter Pendidikan
No
Parameter
Nilai
1
Lebih Tinggi dari Persyaratan
1
2
Sesuai dengan Persyaratan
0.5
3
Dibawah Persyaratan
0

4.      IPK (C4)
            Parameter yang digunakan dapat dilihat pada tabel 3.4.
Tabel 3.4 Parameter IPK
No
Parameter
Nilai
1
Diatas Minimal Persyaratan
1
2
Dibawah  Minimal Persyaratan
0
5.      Pengalaman (C5)
            Parameter yang digunakan dapat dilihat pada tabel 3.5.
Tabel 3.5 Parameter Pengalaman
No
Parameter
Nilai
1
>= 8 Tahun
1
2
>= 5 Tahun
0.75
3
>= 3 Tahun
0.5
4
>= 1 Tahun
0.25
5
Tidak Ada
0



1.2. Analisa Contoh Kasus
            Untuk melakukan perhitungan manual Penerimaan Karyawan Bank Aceh menggunakan Metode Entropy maka diambil tiga contoh kasus dengan data yang berbeda. Data contoh kasus dapat dilihat pada tabel 3.5.
Tabel 3.6 Contoh Kasus
No
Alternatif
C1
C2
C3
C4
C5
1
A1
1
0.25
0.75
1
0.75
2
A2
0.75
0.25
0.75
1
0.25
3
A3
0.75
0.5
1
1
0

            Berdasarkan tabel 3.9 diubah kedalam matrik keputusan X yaitu sebagai berikut:
1.      Memberikan nilai bobot (W)
      Nilai bobot (W) diberikan sebagai berikut:
                                                   C1    C2   C3  C4 C5
W = [ 0.25, 0.25 , 1    1    0.5  ]

2.      Menormalisasi matriks X menjadi matriks R berdasarkan persamaan 3.1.

Keterangan :
rij           = nilai rating kinerja ternormalisasi
xij          = nilai atribut yang dimiliki dari setiap kriteria
Max xij = nilai terbesar dari setiap kriteria  i
Min xij   = nilai terkecil dari setiap kriteria  i
benefit   = jika nilai terbesar adalah terbaik
cost        = jika nilai terkecil adalah terbaik

            Berdasarkan persamaan diatas maka, proses perhitungan matrix X ke matrix R adalah sebagai berikut:
1.      Kriteria Usia (C1), Cost
R11=
1
0.75
0.75
=
1
=
1.33
0.75
0.75
R12=
1
0.75
0.75
=
0.75
=
1
0.75
0.75
R13=
1
0.75
0.75
=
0.75
=
1
0.75
0.75

2.      Kriteria Kelengkapan Berkas (C2), Benefit
R31=
0.25
0.25
0.5
=
0.25
=
0.5
0.5
0.5
R32=
0.25
0.25
0.5
=
0.25
=
0.5
0.5
0.5
R33=
0.25
0.25
0.5
=
0.5
=
1
0.5
0.5

3.      Kriteria Pendidikan (C3), Benefit
R41=
1
0.75
0.75
=
1
=
1
1
1
R42=
1
0.75
0.75
=
0.75
=
0.75
1
1
R43=
1
0.75
0.75
=
0.75
=
0.75
1
1
           
4.      Kriteria IPK (C4), Benefit
R51=
1
1
1
=
1
=
1
1
1
R52=
1
1
1
=
1
=
1
1
1
R53=
1
1
1
=
1
=
1
1
1
           

5.      Pengalaman (C5), Benefit
R51=
0.75
0.25
0
=
0.75
=
0.75
1
1
R52=
0.75
0.25
0
=
0.25
=
0.25
1
1
R53=
0.75
0.25
0
=
0
=
0
1
1
           
Berdasarkan hasil normalisasi matrik maka diperoleh:
1
0.5
1
1
0.75
R =
0.75
0.5
0.75
1
0.25
0.75
1
0.75
1
0

3.      Melakukan proses perangkingan dengan menggunakan persamaan (3.2):

Keterangan :
Vi = rangking untuk setiap alternatif
wj = nilai bobot dari setiap kriteria
rij = nilai rating kinerja ternormalisasi

Jadi :
V1          = (0.25)(1.33) + (0.25)(0.5) + (1)(1)+(1)(1)+( 0.5)(0.75)
               = 0.033 + 0.125 + 1 + 1 + 0.375
               = 2.533
V2          = (0.25)(1) + (0.25)(0.5) + (1)(0.75) +(1)(1)+(0.5)(0.25)
               = 0.25 + 0.125 + 0.75 + 1 + 0.125
               = 2.25
V3          = (0.25)(1) + (0.25)(1) + (1)( 0.75) + (1)(1) +(0.5)(0)
               = 0.25 + 0.25 + 0.75 + 1 + 0
               = 2.25
   Berdasarkan hasil perhitungan metode Metode Entropy, maka dapat diketahui V1 yang memiliki nilai tertinggi. Untuk lebih jelas dapat dilihat pada tabel dibawah ini:

Tabel 3.7 Hasil Akhir
No
Alternatif
C1
C2
C3
C4
C5
HA
1
A1
0.033
0.125
1
1
0.375
2.533
2
A2
0.25
0.125
0.75
1
0.125
2.25
3
A3
0.25
0.25
0.75
1
0
1.187

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Analisa Contoh Kasus Perhitungan Manual Metode Entropy "

Post a Comment