A. Analisis Kebutuhan Sistem Dengan Metode SAW
            Dalam penyeleksian penentuan guru berprestasi dengan menggunakan metode Simple Additive Weighting(SAW) diperlukan kriteria – kriteria dan bobot nilai untuk melakukan perhitungannya sehingga akan didapat alternatif terbaik.
            Berikut merupakan kriteria yang dibutuhkan untuk pengambilan keputusan, berdasarkan persyaratan penentuan guru berprestasi secara umum. Adapun Sub kriteria yang telah ditentukan yaitu Penyusunan Program Belajar (C1), Pelaksanaan Program Pembelajaran (C2), Pelaksanaan Evaluasi  (C3), Analisa Evaliasi (C4), dan Pelaksanaan Perbaikan dan Penggayaan (C5).
            Dari kriteria maka dibuat suatu tingkat kepentingan kriteria berdasarkan nilai bobot yang telah ditentukan kedalam bilangan yang diigambarkan dalam .


Keterangan :
Sangat Rendah  (SR)  = 0
Rendah (R)                 = 0.25
Sedang (S)                  = 0.5
Tinggi (T)                    = 0.75
Sangat Tinggi (ST)      = 1                                                                                   

Berdasarkan krtiteria dan ranting kecocokan setiap alternatif pada setiap krtiteria yang telah ditentukan, selanjutnya penjabaran bobot setiap kriteria  yang telah dikonversikan dengan bilangan.

a.         Penyusunan program belajar
Kriteria penyusunan program belajar adalah kriteria yang diperlukan untuk pengambilan keputusan dalam sistem yang penulis bangun, Penyusunan program belajar akan mempengaruhi bobot untuk penilalan prestasi guru bersangkutan. Berikut interval yang telah dikonversikan ke bilangan:
Tabel 4.1 Penyusunan program belajar
Parameter
Nilai Bobot
< 20
0
>= 20 < 40
0.25
>= 40 < 60
0.5
>= 60 < 80
0.75
>= 80 <= 100
1

b.    Pelaksanaan Program Pembelajaran
            Kriteria Pelaksanaan Program Pembelajaran merupakan persyaratan yang juga dibutuhkan untuk pengambilan keputusan penentuan guru berprestasi. karena  berdasarkan  kriteria  tersebut maka dapat mempengaruhi  penilaan guru berprestasi. Berikut penjabaran interval Pelaksanaan Program Pembelajaran yang telah dikonversikan ke bilangan di bawah ini :
Tabel 4.2 Pelaksanaan Program Pembelajaran
Parameter
Nilai Bobot
< 20
0
>= 20 < 40
0.25
>= 40 < 60
0.5
>= 60 < 80
0.75
>= 80 <= 100
1
  1. Pelaksanaan evaluasi
            Pelaksanaan evaluasi yang meliputi Evaluasi hasil belajar, Evaluasi pencapaian target kurikulum dan Evaluasi daya serap. Pelaksanaan evaluasi juga ikut menentukan pencapaian tujuan pembelajaran. Berikut penjabaran interval membuat bahan ajar yang telah dikonversikan dalam bilangan.
Tabel 4.3 Kriteria Pelaksanaan evaluasi
Parameter
Nilai Bobot
< 20
0
>= 20 < 40
0.25
>= 40 < 60
0.5
>= 60 < 80
0.75
>= 80 <= 100
1

  1. Analisis evaluasi
            Analisis evaluasi yang meliputi Analisis ketuntasan belajar dan Analisis butir soal. Analisis evaluasi dapat  dikatakan kriteria yang juga  penting dalam penentuan Guru berprestasi. Berikut kriteria yang telah di  konversikan dalam bentuk bilangan.
Tabel 4.4 Analisis evaluasi
Parameter
Nilai Bobot
< 20
0
>= 20 < 40
0.25
>= 40 < 60
0.5
>= 60 < 80
0.75
>= 80 <= 100
1

  1. Pelaksanaan perbaikan dan pengayaan
            Pelaksanaan perbaikan dan pengayaan yang meliputi Pelaksanaan perbaikan pembelajaran dan Pelaksanaan pengayaan pembelajaran. Pelaksanaan perbaikan dan pengayaan merupakan hal yang harus diperhatikan dalam penentuan guru berprestasi. Berikut kriteria yang telah dikonversikan kedalam bilangan:
Tabel 4.5 Pelaksanaan perbaikan dan pengayaan
Parameter
Nilai Bobot
< 20
0
>= 20 < 40
0.25
>= 40 < 60
0.5
>= 60 < 80
0.75
>= 80 <= 100
1

Langkah-Langkah Perhitungan Metode Simple Additive Weighting (SAW)

            Berdasarkan kriteria diatas maka dapat dibuat  perhitungan manual berdasarkan contoh kasus pada  tabel 4.6.
Tabel 4.6 Data Calon Guru Berprestasi
Sub Kriteria
Alternatif

A1
A2
A3
Penyusunan Program Belajar
75
80
80
Pelaksanaan Program Pembelajaran
80
90
80
Pelaksanaan Evaluasi
90
60
95
Bukti partisipasi dalam kemasyarakatan
50
60
50
Analisis Evaluasi
60
70
50


            Berdasarkan contoh data pemohon diatas dapat dibentuk matrix keputusan (X) yang telah dikonvesikan kedalam bilangan sebagai berikut:
Tabel 4.7 Ranting Kecocokan dari setiap Alternatif pada setiap Kriteria
Sub Kriteria
Alternatif
A1
A2
A3
C1
0.75
1
1
C2
1
1
1
C3
1
0.75
1
C4
0.25
0.5
0.25
C5
0.5
0.75
0.25

            Berdasarkan kriteria maka bobot  W untuk setiap Kriteria sebagai berikut:
Vektor Bobot W= [  0.25, 0.5, 0.25, 0.75, 1]
            Matrix keputusan (X) dibuat dari tabel kecocokan sebagai berikut:
0.75
1
   1
0.25
0.5
X =
1
1
0.75
0.5
0.75
1
1
1
0.25
0.25

            Pertama dilakukan normalisasi matrix X untuk menghitung nilai masing-masing kriteria berdasarkan kriteria sebagai berikut:
Dari hasil normalisasi matrix X maka akan dihitung normalisasi matrix R sebagai berikut:
 
1
1
0.75
1
0.5
R=
0.75
1
1
0.5
0.33
0.75
1
0.75
1
1


                n
Vi = ∑ wj rij

            J=1
 
       Proses selanjutnya yaitu perkalian matrix Bobot W*R, dan berdasarkan penjumlahan hasil tersebut akan diperoleh alternatif terbaik melalui nilai tertinggi dengan menggunakan rumus:
                                                                                                (1)


Keterangan :
Vi = rangking untuk setiap alternatif
wj = nilai bobot dari setiap kriteria
rij = nilai rating kinerja ternormalisasi
Jadi :
V1 = (0.25)(1) + (0.5)(1) + (0.25)(0.75) + (0.75)(1) + (1)(0.5)
                  = 0.25 + 0.5 + 0.19 + 0.75+ 0.5
                  = 2.19
V2 = (0.25)(0.75) + (0.5)(1) + (0.25)(1) + (0.75)(0.5) + (1)(0.33)
                  = 0.19 + 0.5 + 0.25 + 0.38 + 0.33
                  = 1.69

V3 = (0.25)(0.75) + (0.5)(1) + (0.25)(0.75) + (0.75)(1) + (1)(1)
                  = 0.19 + 0.5 + 1.19 + 0.755+1
                  = 2.63
Berdasarkan hasil perkalian bobot W*R maka diperoleh hasil :
            V1 = 2.19
            V2 = 1.69
            V3 = 2.63
            Maka nilai rangking terbaik ada pada V3 sehingga alternatif A3 adalah alternatif yang terpilih sebagai alternatif terbaik.

Subscribe to receive free email updates:

1 Response to "Perhitungan Manual Metode Simple Additive Weighting (SAW)"

  1. Kak kalo nilai bobot pada metode saw di buat nilai 1-9 apakah d perbolehkan

    ReplyDelete