Metode Analytical Hierarchy Process (AHP) adalah adalah suatu model pendukung keputuan yang dikembangkan oleh Thomas L.Saaty. model pendukung keputusan ini akan menguraikan masalah multi faktor atau multi kriteria yang kompleks menjadi suatu hirarki, menurut Saaty (1993), hirarki didefinisikan sebagai suatu reprensentasi dari sebuah permasalahan yang komplek dalam suatu struktur multi level dimana level pertama adalah tujuan, yang diikuti level faktor, kriteria, sub kriteria, dan seterusnya ke bawah hingga level terakhir dari alternatif. Dengan hirarki, suatu masalah pada Metode Analytical Hierarchy Process (AHP) yang komplek dapat diuraikan ke dalam kelompok-kelompoknya yang kemudian diatur menjadi suatu bentuk hirarki sehingga permasalahan akan tampak lebih terstruktur dan sitematis.

Metode Analytical Hierarchy Process (AHP)

Perhitungan Manual Metode Analytical Hierarchy Process AHP

langkah-langkah Perhitungan manual  dengan Metode Analytical Hierarchy Process (AHP) adalah sebagai berikut:
a. Kriteria yang menjadi penentuan yaitu nilai, keahlian, jurusan, jarak dan penghasilan orang tua
b. Menyusun kriteria-kriteria penentuan lokasi prakerin siswa dengan matrik perbandingan berpasangan. Masukan awal adalah menentukan nilai kriteria.
Tabel 4.1 Matrik perbandingan berpasangan
Kriteria
Nilai
Keahlian
Jurusan
Jarak
Penghasilan
Nilai
1
1/3 = 0.33
1/5 = 0.2
1/7 = 0.14
1/9 = 0.11
Keahlian
3
3/3 = 1
3/5 =0.6
3/7 = 0.42
3/9 = 0.33
Jurusan
5
5/3 = 1.66
5/5 = 1
5/7 = 0.71
5/9 = 0.55
Jarak
7
7/3 = 2.33
7/5 = 1.4
7/7 = 1
7/9 = 0.77
Penghasilan
9
9/3 = 3
9/5 = 1.8
9/7 = 1.28
9/9 = 1
c.         Menjumlahkan nilai elemen setiap kolom dari nilai-nilai elemen matrik kriteria diatas, maka jumlah elemen setiap kolom adalah :
Nilai                     : 1 + 3 + 5 + 7 + 9                               = 25
Keahlian               : 0.33 + 1 + 1.66 + 2.33 + 3                = 8.32
Jurusan                 : 0.2 + 0.6 + 1 = 1.4 + 1.8                   = 5
Jarak                     : 0.14 + 0.42 + 0.71 + 1 + 1.28           = 3.55
Penghasilan          : 0.11 + 0.33 + 0.55 + 0.77 + 1           = 2.76
d.        Membagi setiap elemen pada kolom dengan jumlah perkolom yang sesuai dari nilai-nilai elemen martik table 4.1 dan jumlah masing-masing kolom diatas, maka dapat dihitung matrik normalisasi dengan cara membagi setiap elemen pada kolom dengan jumlah perkolom yang sesuai, misalnya untuk menghitung matrik normalisasi pada kolom 1 dan baris 1 maka dapat di hitung sebagai berikut :
Table 4.2 Hasil matrik normalisasi kriteria
Kriteria
Nilai
Keahlian
Jurusan
Jarak
Penghasilan
Nilai
1/25=0,04
0,33/8,32=0,04
0,2/5=0,04
0,14/3,55=0,04
0,11/2,76=0,04
Keahlian
3/25=0,12
1/8,32=0,12
0,6/5=0,12
0,42/3,55=0,12
0,33/2,76=0,12
Jurusan
5/25=0,2
1,66/8,32=0,2
1/5=0,2
0,17/3,55=0,2
0,55/2,76=0,2
Jarak
7/25=0,28
2,33/8,32=0,28
1,4/5=0,28
1/3,55=0,28
0,77/2,76=0,28
Penghasilan 
9/25=0,36
3/8,32=0,36
1,8/5=0,36
1,28/3,55=0,36
1/2,76=0,36
e.         Setelah matrik normalisasi didapatkan, langkah selanjutnya menjumlahkan tiap baris pada matrik tersebut. Jumlah masing-masing baris pada tabel 4.2 dapat dihitung dengan cara sebagai berikut :
Nilai                                 : 0,04 + 0,04 + 0,04 + 0,04 + 0,04      = 0,2
Keahlian                           : 0,12 + 0,12 + 0,12 + 0,12 + 0,12      = 0,6
Jurusan                             : 0,2 + 0,2 + 0,2 + 0,2 + 0,2 + 0,2       = 1
Jarak                                 : 0,28 + 0,28 + 0,28 + 0,28 +0,28       = 1,4
Penghasilan orang tua      : 0,36 + 0,36 + 0,36 + 0,36 + 0,36      = 1,8
Setelah didapatkan jumlah pada masing-masing baris, selanjutnya di hitung nilai prioritas kriteria dengan cara membagi masing-masing jumlah baris dengan jumlah elemen atau jumlah kriteria (n=5), sehingga nilai prioritas masing-masing kriteria dapat dihitung sebagai berikut :
Nilai prioritas kriteria Nilai                                  : 0,2/5  = 0,04
Nilai prioritas kriteria Keahlian                            : 0,6/5  = 0,12
Nilai prioritas kriteria Jurusan                              : 1/5     = 0,2
Nilai prioritas kriteria Jarak                                  : 1,4/5  = 0,28
Nilai prioritas kriteria Penghasilan Orang tua      : 1,8/5  = 0,36
Sehingga jika dalam bentuk persen dapat dilihat pada tabel 4.3 berikut :
Table 4.3 Nilai bobot Kriteria
Kriteria
Bobot
Persentase
Nilai
0,04
4 %
Keahlian
0,12
12 %
Jurusan
0,2
20 %
Jarak
0,28
28 %
Penghasilan 
0,36
36 %
Jumlah
1
100 %
f.         Menguji konsintensi dengan cara menghitung (A) (WT) yaitu mengalikan matrik perbandingan berpasangan dengan bobot prioritas kriteria, setelah itu menghitung nilai lamda maksimum dengan rumus persamaan (2,1)
    
(A) (WT) =                                                                          =
      l max   =                                                                                                                       = 4,976
g.        Menghitung indexs konsistensi (consistency index) : untuk menghitung indexs konsistensi (consistency index) dengan memakai rumus :
CI = (l max - n)/n - 1
CI = (l max – n)/n -1 = (4,976 – 5)/5 – 1 = - 0,024/4 = - 0,006
h.        Menghitung rasio konsistensi dengan rumus : CR = CI/IR, dengan IR adalah inde random dengan nilai 1,12 karena pada kasus ini mempunyai ukuran matriks 5, sehingga nilai darai CR dapat di hitung dengan cara sebagai berikut:
CR = CI/IR = -0,006/1,12 = -0,005
 
Karena Nilai ratio konsistensi -0,005 ≤ 0,1 maka matrik diatas konsisten.

Selanjutnya tentang Analytical Hierarchy Process Software
untuk Analytical Hierarchy Process Software mohon ditunggu ya,,,

Subscribe to receive free email updates:

3 Responses to "Contoh Perhitungan Manual Metode Analytical Hierarchy Process (AHP)"

  1. mau tanya dong, menguji konsistensi dengan nilai 4,976 dan IR adalah inde random dengan nilai 1,12

    perhitungannya gmn ya?

    ReplyDelete
  2. Mohon maaf ya, stlah skian lama sya kehilangan email sya,,, shingga saya tdak dapat membalas@...

    ReplyDelete