3.2.1.  Penentuan Kriteria Penilaian Lokasi Penelitian Dosen 
            Kriteria penilaian pemilihan lokasi penelitian dosen yang digunakan dalam penelitian ini adalah Jarak (C1), Akses Kenderaan (C2), Biaya Penelitian (C3), dan Infrastruktur. Dari masi-masing kriteria ditentukan bobot dengan total bobot dari keseluruhan kriteria adalah 100%. Bobot yang digunakan berdasarkan tingkat kepentingan dalam penilaian pemilihan lokasi penelitian dosen. Bobot yang digunakan seperti terlihat pada tabel 3.1.
Tabel 3.1 model kriteria
Nama Kritera
Bobot (%)
Jarak
10 %
Akses Kendaraan
20 %
Biaya Penelitian
40 %
Infrastruktur
30 %



3.2.2.  Subkriteria penilaian gap kompetensi
Kriteria yang digunakan dalam perhitungan penilaian gap kompetensi terdiri dari beberapa subkriteria dan prameter yaitu:
1.      Jarak
            Kriteria jarak digunakan untuk mengetahui seberapa jauh jangkauan wilayah yang ditempuh oleh dosen kelokasi penelitiannya. Dalam kriteria jarak ini memiliki 2 subkriteria yaitu jarak tempuh dosen ke lokasi penelitiannya serta penentuan Core Factor dan Secondary Factor dari subkriteria (Lihat Tabel 3.2).
Tabel 3.2 Subkriteria Jarak
No
Sub Kriteria
Nilai Sub Aspek
Bobot (%)
Keterangan
1
Jarak Lokasi tempuh dosen ke lokasi penelitian (JT)
5
60
Core Factor
2
Jarak Lokasi Penelitian dengan Kecamatan atau Kabupaten (JL)
6
40
Secondary Factor

            Berdasarkan tabel 3.2 maka akan ditentukan parameter dan skor untuk masing-masing subkriteria. Parameter untuk subkriteria jarak dapat dilihat pada tabel 3.3 dan tabel 3.4.
Tabel 3.3 Parameter jarak tempuh dosen kelokasi penelitian (JT).
Jarak tempuh dosen kelokasi penelitian JT
Skor
0 - 3 Km
7
3.1 - 4 Km
6
4.1 – 5 Km
5
5.16 Km
4
6.1 – 7 Km
3
7- 8 Km
2
> =8  Km
1


                                                                                                       
Tabel 3.4 Parameter jarak lokasi dengan Kecamatan atau Kabupaten (JL).
No
Parameter
Skor
1
Dalam Kecamatan
3
2
Dalam Kabupaten
2
3
Perbatasan desa dengan kecamatan
1
                                                                                                       
2.      Akses Lokasi
            Kriteria ini bertujuan untuk mengetahui atau menggambarkan keadaan akses lokasi lokasi yang diusulkan untuk penentuan penelitian, kriteria akses lokasi ini terdiri dari dua sub kriteria. Subkriteria Akses Lokasi yang digunakan dapat dilihat pada tabel 3.5.
Tabel 3.5 Subkriteria Akses Lokasi
No
Sub Kriteria
Nilai Sub Aspek
Bobot (%)
Keterangan
1
Akses Kendaraan (AK)
6
70
Core Factor
2
Akses Jaringan (AJ)
5
30
Secondary Factor

            Berdasarkan tabel 3.5 maka akan ditentukan parameter dan skor untuk masing-masing subkriteria. Parameter untuk subkriteria Akses Lokasi dapat dilihat pada tabel 3.6 dan tabel 3.7.
Tabel 3.6. Parameter Akses Kendaraan (AK)
No
Parameter
Skor
1
Roda 4
4
2
Roda 3
3
3
Roda 2
2
4
Jalan Setapak
1




Tabel 3.7. Parameter Akses Jaringan (AJ)
No
Parameter
Skor
1
Terdapat Sinyal Wifi atau 3G
4
2
Sinyal Telpon atau HP Kuat
3
3
Sinyal Telpon atau HP Lemah
2
4
Tidak ada sinyal
1

3.      Biaya Penelitian
            Tujuan dari kriteria ini bertujuan untuk mengetahuai nilai dari Biaya Lokasi yang harus dikeluarkan oleh peneliti atau dosen. Adapun sub dari kriteria Biaya Penelitian dapat dilihat pada tabel 3.8.
Tabel 3.8 Subkriteria Biaya Penelitian
No
Sub Kriteria
Nilai Sub Aspek
Bobot (%)
Keterangan
1
Biaya Transportasi (BT)
7
70
Core Factor
2
Biaya Makan Minum (BMM)
5
30
Secondary Factor

            Berdasarkan tabel 3.8 maka akan parameter yang digunakan untuk masing-masing subkriteria dapat dilihat pada tabel 3.9 dan tabel 3.10.
Tabel 3.9. Parameter  Biaya Transportasi (BT)
No
Parameter
Skor
1
<= 1.000.000
3
2
> 1.000.000 <= 2.000.000
2
3
> 2.000.000
1






Tabel 3.10. Parameter Biaya Makan Minum (BMM)
No
Parameter
Skor
1
<= 200.000
4
2
> 200.000 <= 300.000
3
3
> 300.000 <= 500.000
2
4
> 500.000
1

4.      Infrastruktur
            Kriteria ini menjelaskan kebutuhan Infrastruktur yang dibutuhkan dalam melakukan penelitian pada lokasi yang di inginkan. Kriteria Infrastruktur terdiri dari dua subkriteria (Lihat tabel 3.11)
Tabel 3.11 Subkriteria Infrastruktur
No
Sub Kriteria
Nilai Sub Aspek
Bobot (%)
Keterangan
1
Tempat Penelitian (TP)
6
50
Core Factor
2
Ketersediaan Data yang dibutuhkan dengan Judul Penelitian (KDJP)
4
50
Secondary Factor

            Berdasarkan tabel 3.10 maka akan ditentukan parameter dan skor untuk masing-masing subkriteria. Parameter untuk subkriteria Infrastruktur dapat dilihat pada tabel 3.11 dan tabel 3.12.
Tabel 3.11. Parameter Tempat Penelitian (TP)
No
Parameter
Skor
1
Sangat Memadai
5
2
Memadai
4
3
Sedang
3
4
Tidak Memadai
2
5
Sangat tidak Memadai
1


Tabel 3.11. Parameter Ketersediaan Data yang dibutuhkan dengan
 Judul Penelitian (KDJP)

No
Parameter
Skor
1
Sangat Tepat
5
2
Tepat
4
3
Sedang
3
4
Kurang Tepat
2
5
Tidak Tepat
1

3.2.3.  Contoh Kasus
Dari banyaknya lokasi yang di usulkan diambil tiga lokasi sebagai contoh untuk penerapan metode profile matching dalam penentuan lokasi penelitian dosen. Data-data dari lokasi tersebut di masukan ke dalam Tabel di bawah ini.
Tabel 3.8 Contoh Data Lokasi
Alternatif
C1
C2
C3
C4
JT
JL
AL
AK
BT
BMM
TP
KDJP
A1
4
2
3
3
2
3
2
4
A2
5
2
4
2
3
3
3
4
A3
7
3
3
3
3
3
2
5

3.2.2        Pemetaan Gap
Lokasi yang akan di pilih untuk lokasi penelitian Dosen memiliki profil dan nilai gabnya. Pengisian nilai gap lokasi ini didasarkan pada hasil survei ke lokasi. yang dimaksud gap adalah deba atau selisih antara profile lokasi dengan profil lokasi. Pengumpulan gap-gap yang terjadi pada tiap aspeknya mempunyai perhitunagan yang berbeda.
            Untuk menghitung nilai gap tiap aspek maka digunakan rumus :
 



Variabel-variabel dan cara perhitungan yang dipergunakan dalam pemetaan gap kompetensi tersebut terdiri dari beberapa aspek yaitu :
1.        Kriteria Jarak (C1)
Tabel 3.10 tabel jarak untuk pengelompokan gap
Alternatif
JT
JL
Gap
CF
SF
A1
4
2
A2
5
2
A3
7
3
Nilai Sub Aspek
6
5
A1
-2
-3
A2
-1
-3
A3
1
-2

2.        Akses Lokasi
Tabel 3.11 Akses Lokasi untuk pengelompokan gap
Alternatif
AL
AK
Gap
CF
SF
A1
3
3
A2
4
2
A3
3
3
Nilai Sub Aspek
7
5
A1
-4
-2
A2
-3
-3
A3
-4
-2





3.        Biaya Penelitian
Tabel 3.12 Biaya Penelitian untuk pengelompokan gap
Alternatif
BT
BMM
Gap
CF
SF
A1
2
3
A2
3
3
A3
3
3
Nilai Sub Aspek
7
3
A1
-3
-1
A2
-2
-1
A3
-2
-1

4.        Infrastruktur
Tabel 3.13 Infrastruktur untuk pengelompokan gap
Alternatif
TP
KDJP
Gap
CF
SF
A1
2
4
A2
3
4
A3
2
5
Nilai Sub Aspek
6
4
A1
-4
0
A2
-3
0
A3
-4
1

Setelah didapatkan tiap gap masing-masing lokasi maka tiap profil nama lokasi diberi bobot nilai dengan patokan tabel bobot nilai gap seperti yang
dapat dilihat pada tabel 3.14 :
Tabel 3.14 Keterangan Bobot nilai gap
No
Selisih
Bobot nilai
Keterangan
1
0
6
Tidak ada selisih (kompetensi sesuai dengan yang dibutuhkan
2
1
5.5
Kompetensi individu kelebihan 1 tingkat/level
3
-1
5
Kompetensi individu kekurangan 1 tingkat/level
4
2
4.5
Kompetensi individu kelebihan 2 tingkat/level
5
-2
4
Kompetensi individu kekurangan 2 tingkat/level
6
3
3.5
Kompetensi individu kelebihan 3 tingkat/level
7
-3
3
Kompetensi individu kekurangan 3 tingkat/level
8
4
2.5
Kompetensi individu kelebihan 4 tingkat/level
9
-4
2
Kompetensi individu kekurangan 4 tingkat / level
10
5
1.5
Kompetensi individu kelebihan 5 tingkat/level
11
-5
1
Kompetensi individu kekurangan 5 tingkat / level

Tiap lokasi akan memiliki tabel bobot nilai seperti contoh-contoh tabel yang ada di bawah ini. Dengan contoh tabel bobot nilai lokasi dan dengan acuan pada tabel bobot nilai gap, maka lokasi dengan sub-sub aspek jarak, lokasi, tranportasi dan Infrastruktur akan memiliki hasil dengan bobot nilai gap seperti terlihat pada  tabel  dibawah ini:
1.      Contoh hasil pemetaan gap kompetensi Jarak
Tabel 3.15 Hasil Bobot Nilai Gap jarak
Alternatif
JT
JL
CF
SF
A1
-2
-3
A2
-1
-3
A3
1
2
Bobot Nilai Gap
A1
4
3
A2
5
3
A3
5.5
4.5






2.      Contoh hasil pemetaan gap kompetensi Akses Lokasi
Tabel 3.16 Hasil Bobot Nilai Gap lokasi
Alternatif
AK
AJ
CF
SF
A1
-4
-2
A2
-3
-3
A3
-4
-2
Bobot Nilai Gap

A1
2
4
A2
3
3
A3
2
4

3.      Contoh hasil pemetaan gap kompetensi Biaya Lokasi
Tabel 3.17 Hasil Bobot Nilai Gap tranportasi
Alternatif
BT
BMM
CF
SF
A1
-3
-1
A2
-2
-1
A3
-2
-1
Bobot Nilai Gap
A1
3
5
A2
4
5
A3
4
5

4.      Contoh hasil pemetaan gap kompetensi Infrastruktur
Tabel 3.18 Hasil Bobot Nilai Gap Infrastruktur
Alternatif
TP
KDJTP
CF
SF
A1
-4
0
A2
-3
0
A3
-4
1
Bobot Nilai Gap

A1
2
6
A2
3
6
A3
2
5.5


5.      Perhitungan dan Pengelompokan Core dan Secondary Factor
Setelah menentukan bobot nilai gap untuk keempat aspek yaitu aspek jarak, lakasi, tranportasi dan Infrastruktur dengan cara yang sama. Kemudian tiap aspek dikelompokkan menjadi 2 (dua) kelompok yaitu kelompok Core Factor dan Secondary Factor. Untuk perhitungan core factor dapat ditunjukkan pada rumus di bawah ini:

NCF = Σ NC (J,L,T,I)
Σ IC
Keterangan:
NCF : Nilai rata-rata core factor
NC(i, s, p) : Jumlah total nilai core factor (Jarakl, Lokasi, Akses Lokasi ,Infrastruktur)
IC : Jumlah item core factor

Sedangkan untuk perhitungan secondary factor dapat ditunjukkan pada rumus di bawah ini:
NCS = Σ NS (J,L,T,I)
Σ IS
Keterangan:
NSF : Nilai rata-rata secondary factor
NS(i, s, p) : Jumlah total nilai secondary factor (Jarakl, Lokasi, Tranportasi,Infrastruktur)
IS : Jumlah item secondary factor
Untuk lebih jelasnya pengelompokan bobot nilai gap dapat dilihat padacontoh perhitungan aspek jarak, lokasi, tranportasi dan Infrastruktur sebagai berikut :
a. Aspek jarak
Untuk penghitungan core factor dan secondary factor untuk aspek jarak, dengan terlebih dahulu menentukan sub-aspek mana yang menjadi core factor dari aspek jarak (sub-aspek yaitu 1) maka sub aspek sisanya akan menjadi secondary factor. Kemudian nilai core factor dan secondary factor ini dijumlahkan sesuai rumus dan hasilnya dapat dilihat pada tabel 4.13
A1
CF
4
=
4
1
SF
3
=
5
1

A2
CF
5
=
5
1
SF
3
=
4
1

A3
CF
5.5
=
5.5
1
SF
4.5
=
4.5
1

Tabel 3.19 Bobot Nilai Gap Aspek jarak
Alternatif
JT
JL
CF
SF
A1
4
3
4
3
A2
5
3
5
3
A3
5.5
4.5
5.5
4.5

b. Aspek lokasi
Untuk penghitungan core factor dan secondary factor untuk aspek lokasi, cara pengerjaan sama dengan aspek jarak. Terlebih dahulu menentukan sub-aspek mana yang menjadi core factor dari aspek kapasitas intelektual (sub aspek yaitu 1) maka sub-aspek sisanya akan menjadi secondary factor. Kemudian nilai core factor dan secondaryfactor ini dijumlahkan sesuai rumus dan hasilnya dapat dilihat pada tabel 3.20.



A1
CF
2
2
1
SF
4
4
1
A2
CF
3
3
1
SF
3
3
1
A2
CF
2
2
SF
1
4
4
1

Tabel 3.20 Bobot Nilai Gap Aspek lokasi
Alternatif
AK
AJ
CF
SF
A1
2
4
2
4
A2
3
3
3
3
A3
2
4
2
4

c. Aspek Tranportasi
Untuk penghitungan core factor dan secondary factor untuk aspek tranportasi, cara pengerjaan sama dengan aspek lokasi. Terlebih dahulu menentukan sub-aspek mana yang menjadi core factor dari aspek tranportasi (sub aspek yaitu 1 dan 2) maka sub-aspek sisanya akan menjadi secondary factor. Kemudian nilai core factor dan secondaryfactor ini dijumlahkan sesuai rumus dan hasilnya dapat dilihat pada tabel 4.15,
A1
CF
3
=
3
1
SF
5
=
5
1

A2
CF
4
=
4
1
SF
5
=
5
1

A2
CF
4
=
4
1
SF
5
=
5
1

Tabel 3.21 Bobot Nilai Gap Aspek Akses Lokasi
Alternatif
BM
BMM
CF
SF
A1
3
5
3
5
A2
4
5
4
5
A3
4
5
4
5

d. Aspek Infrastruktur
Untuk penghitungan core factor dan secondary factor untuk aspek Infrastruktur, dengan terlebih dahulu menentukan sub-aspek mana yang menjadi core factor dari aspek Infrastruktur (sub-aspek yaitu 1) maka sub aspek sisanya akan menjadi secondary factor. Kemudian nilai core factor dan secondary factor ini dijumlahkan sesuai rumus dan hasilnya dapat dilihat pada tabel 3.22
A1
CF
2
2
1
SF
6
6
1
A2
CF
3
3
1
SF
6
6
1
A2
CF
2
2
SF
1
5.5
5.5
1
Tabel 3.22 Bobot Nilai Gap Aspek Infrastruktur
Alternatif
TP
KDJP
CF
SF
A1
2
6
2
6
A2
3
6
3
6
A3
2
5.5
2
5.5

4.2.4 Perhitungan Nilai Total
Dari hasil perhitungan dari tiap aspek di atas kemudian dihitung nilai total berdasar presentasi dari core dan secondary yang diperkirakan berpengaruh terhadap kinerja tiap-tiap profil. Contoh perhitungan dapat dilihat pada rumus di bawah ini:
N (j,l,t,i)= (x)%NCF(j,l,t,i).(x)%NSF(j,l,t,i)
Keterangan:
(j,l,t,i)            : (jarak, lokasi, tranportasi,Infrastruktur)
N(j,l,t,i)         : Nilai total dari aspek
NCF(j,l,t,i)    : Nilai rata-rata core factor
NSF(j,l,t,i)     : Nilai rata-rata secondary factor
(x)%              : Nilai persen yang diinputkan
Untuk lebih jelasnya penghitungan nilai total terlebih dahulu menentukannilai persen yang diinputkan yaitu core factor 60% dan secondary factor 40%. Kemudian nilai core factor dan secondary factor ini dijumlahkan sesuai rumus dan hasilnya dapat dilihat pada contoh perhitungan aspek jarak, aspek lokasi, aspek tranportasi dan aspek Infrastruktur.

a. Aspek Jarak
N j A1= (60% x 4).(40% x 3) = 2.88
N j A2= (60% x 5).(40% x 3) = 0.36
N j A3= (60% x 5.5).(40% x 4) = 0.528

Tabel 3.23 Nilai Total Gap Aspek jarak
Alternatif
CF
SF
Nj
A1
4
3
2.88
A2
5
3
3.6
A3
5.5
4.5
5.28

b. Aspek lokasi
N j A1= (70% x 2).(30% x 4)             = 1.68
N j A2= (70% x 3).(30% x 3)             = 1.89
N j A3= (70% x 2).(30% x 4)             = 1.68
Tabel 3.24 Nilai Total Gap Aspek lokasi
Alternatif
CF
SF
Nj
A1
2
4
1.68
A2
3
3
1.89
A3
4
4
1.68

c. Aspek tranportasi          
N j A1= (50% x 3).(50% x 5) = 3.75
N j A2= (50% x 4).(50% x 5) = 5
N j A3= (50% x 4).(50% x 5) = 5
Tabel 3.25 Nilai Total Gap Aspek tranportasi
Alternatif
CF
SF
Nj
A1
3
5
3.75
A2
4
5
5
A3
4
5
5

d. Aspek Infrastruktur
N j A1= (50% x 2).(50% x 6)             = 3
N j A2= (50% x 3). (50% x 6)            = 4.5
N j A3= (50% x 2). (50% x 5.5)         = 2.75
Tabel 3.26 Nilai Total Gap Aspek Infrastruktur
Alternatif
CF
SF
Nj
A1
2
6
3
A2
3
6
4.5
A3
2
5.5
2.75


3.2.5 Perhitungan Penentuan Hasil Akhir/Ranking
Hasil akhir dari proses ini adalah ranking dari kandidat yang diajukan untuk  penentuan lokasi Penelitian Dosen. Penentuan ranking mengacu pada hasil perhitungan tertentu. Perhitungan tersebut dapat ditunjukkan pada rumus di bawah ini:
Ha =(x)%Nk + (x)%Nj+ (x)%Nl+ (x)%Nt
Keterangan:
Ha : Hasil Akhir
Nj: Nilai jarak
Nl: Nilai lokasi
Nt: Nilai tranportasi
Ni: Nilai Infrastruktur
(x)%   : Nilai Persen yang diinputkan

Sebagai contoh dari rumus untuk perhitungan hasil akhir di atas maka hasil akhir dari lokasi dengan sub aspek jarak dengan nilai persen = 30%, 20%, 20% dan 30%. Dapat dilihat pada proses di bawah ini :
Hasil akhir A1        = (10% x 2.88) + (20% x 1.68) + (40% x 1) + (30% x 3)
= 0.288 + 0.336 + 0.4 + 0.9
= 1.924
Hasil akhir A2        = (10% x 3.6)+(20% x 1.89) + (40% x 2) + (30% x  4.5)
= 0.36 + 0.378 + 0.8 + 1.35
= 2.888
Hasil akhir A3        = (10% x 5.28)+ (20% x 1.68) + (40% x 2) + (30% x 2.75)
= 0.528 + 0.336 + 0.8 + 0.825
= 2.489

            Berdasarkab hasil perhitungan dengan metode Profile Matching maka lokasi terbaik yang terpilih adalah Lokasi ke dua (A2). Lebih jelasnya lihat tabel 3.27.


Tabel 3.27 Hasil Akhir

No
Alternatif
NJ
NL
NT
NI
HA
Rank
1
A1
0.288
0.336
0.4
0.9
1.924
3
2
A2
0.36
0.378
0.8
1.35
2.888
1
3
A3
0.528
0.336
0.8
0.825
2.489
2

Subscribe to receive free email updates:

1 Response to "Contoh Perhitungan Manual Metode Profile Matching"

  1. selamat sore,
    saya mau nanya mengenai tabel bobot nilai GAP,
    jika selisih 0 maka nilainya 6.
    pertanyaanya dapat dari mana angka 6?

    dalam buku dan artikel yang saya baca ada juga yang dapat nilai 5 bila selisih 0.

    ReplyDelete